إِتْمَامُ الْحَرَكَاتِ

MENYEMPURNAKAN HAROKAT

وَكُلُّ مَضْمُومٍ فَلَنْ يَتِمًا … إِلَّا بِضَمِّ الشَّفَتَيْنِ ضَمَّا

وَذُو انْخِفَاضٍ بِا نْخِفَا ضٍ لِلْفَمِ … يَتِمُّ وَالْمَفْتُو حُ بِ الْفَتْحِ افْهَمِ

Setiap huruf berharakat dhammah tak kan pernah sempurna, kecuali dengan membulatkan dua bibir sebulat mungkin. Sedangkan huruf yang berharakat kasrah akan sempurna dengan menurunkan rahang. Dan huruf yang berharakat fathah dengan membuka (mulut). Pahamilah! (Manzhumah Al-Mufid fi At-Tajwid, Ahmad Ath-Thibiy (w. 979H)

Perkataan Syekh Ahmad Ath- Thibiy ini bisa menjadi kaidah dalam mengucapkan huruf Arab:

  1. Apabila huruf berharokat dhommah maka kedua bibir kita bulatkan sebulat mungkin ( manyun ).
  2. Apabila huruf berharokat kasroh maka rahang diturunkan sedikit dan kedua bibir
  3. Apabila huruf berharokat fathah maka mulut kita buka.
  4. Apabila huruf bersukun maka posisi mulut tidak serupa dengan pengucapan harokat Dhommah, Kasroh dan Fathah.

Kaedah ini berlaku untuk semua huruf, baik huruf yang shifatnya isti’la’seperti huruf Shod ( ص ) atau huruf – huruf lainnya. Jadi tidak di perbolehkan membulatkan kedua bibir ketika mengucapkan huruf shod yang berharokat kasroh. Karena kalau kita membulatkan kedua bibir pada huruf shod berharokat kasroh akan serupa dengan bacaan Isymam.

Bagika Artikel ini:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram

Artikel lainnya: